Lahan para buruh tani di berbagai pelosok kampung yang terletak dipinggiran kota -penyangga Ibu Kota, terutama kabupaten Bogor, mengalami alih fungsi lahan yang begitu tinggi. Sehingga keluarga buruh tani terancam kehilangan lahan pertanian yang mereka kelola karena pemiliknya menjual lahan tersebut dengan alasan faktor ekonomi. Sementara si pembeli ini, membeli lahan pertanian kemudian diubah fungsinya menjadi rumah kontrakan, Villa mewah tempat peristirahatan hingga bangunan komersil lainnya yang tidak mampu menyerap tenaga kerja para buruh tani sebelumnya.

Jadi, mari bersama-sama Selamatkan Lahan Pertanian produktif dari Ancaman Alih Fungsi Lahan.

Coba tengok, Jika kamu berjalan-jalan ke daerah Puncak Bogor, pasti sudah bisa melihat bagaimana gunung, sawah, ladang dan hutan dibuka dan dialihfungsikan menjadi perumahan serta villa-villa mewah. Pernahkah ada yang peduli akan nasib para petani dan buruh tani yang dulunya menggantungkan hidupnya dan keluarganya pada pertanian? Pernahkah ada yang memikirkan bagaimana nasibnya sekarang?

Tahukah bahwa kegentingan itu bukan hanya terjadi di Puncak saja. Bahwa di pelosok-pelosok kampung lainnya yang merupakan sentra penghasil sayuran, padi dan tanaman palawija lainnya juga terancam hilang dalam bilangan tahun kedepan?

Kemarin, saya bertanya kepada salah satu warga. Dan ternyata dalam waktu kurang dari 10 menit saya sudah berhasil mengumpulkan data: 15 list tanah yang sedang dalam proses dijual. Tanah ini semuanya adalah lahan pertanian yang ternyata bukan hanya dimiliki oleh "orang Jakarta", akan tetapi juga oleh warga negara asing.

Jadi, mari kita bergandeng tangan menyelamatkan lahan pertanian. Kita mulai dengan 1 titik lahan. Semoga setelahnya kita bisa selamatkan lahan-lahan lainnya. Mari kita #BeliKembaliIndonesia!

Data Lahan Produktif yang akan dibebaskan:

Luas: 1800 Meter

Harga/Meter: 300.000

Letak: Desa Lemah Duhur Kec. Caringin Kab. Bogor

Pemanfaatan Lahan:

1. Sentra pertanian Organik dan Hidroponik-Aquaponik

2. Sentra Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias dengan teknik Bioflok

3. Sentra Budidaya Kelinci, Angsa, Merpati dan Burung Puyuh

4. Training Center untuk Keluarga Petani, keluarga buruh tani, Relawan dan Masyarakat Umum untuk belajar aneka keterampilan bertani

5. Pusat Pengembangan kemandirian relawan kemanusiaan dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia

6. Pusat pendidikan bagi #anakpetanicerdas

Catatan: Seluruh bangunan yang didirikan diatas lahan produktif tidak dibangun diatas tanah melainkan diatas kolam-kolam perikanan sehingga tidak mengurangi luasan lahan. Semua bangunan dibangun "Go Green"

Ayuk generasi muda Indonesia ikut berkontribusi dalam mewujudkan keluarga (buruh) petani yang produktif dan mandiri. Karena ditangan para pemuda-lah, masa depan bangsa ini berada.

Informasi selengkapnya mengenai kegiatan saya dan komunitas bisa ditemukan di:

Share this...
Share on Facebook24Tweet about this on Twitter