Nenek miskin saja keren suka berbagi, masa kamu tidak…?

Meski kehidupannya dalam keadaan serba kekurangan namun tidak menjadikan Mak Eri, nenek berusia 70 tahun, tidak peduli terhadap sesama. Nenek yang tinggal di Purwamekar, Kecamatan Kota Purwakarta, Kabupaten Purwakarta diketahui senang berbagi pada sesama meski ia sendiri hidupnya terbilang paspasan.

Mak Eri selalu memberikankan beras perelek untuk warga lain yang juga kurang beruntung seperti dirinya.

Beras Perelek adalah salah satu program Pemerintah Kabupaten Purwakarta dimana setiap keluarga diimbau memberikan beras sebanyak satu gelas dalam seminggu dari warga mampu untuk warga kurang mampu.

Selanjutnya beras tersebut dikumpulkan oleh petugas desa atau kelurahan untuk dibagikan sebulan sekali kepada mereka yang berhak.

Salutnya, Mak Eri tidak hanya seminggu sekali menyisihkan beras ke dalam ruas bambu yang sudah disediakan petugas di depan rumahnya. Nenek yang berprofesi sebagai penjual gorengan ini justru menyumbang sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Kalaupun Mak Eri sedang tidak punya beras, ia akan menggantinya dengan uang Rp.2000.

Mak Eri yang menempati rumah sederhana ukuran 4 x 5 meter tidak keberatan untuk menyisihkan rezekinya. Malah ia mengakui sangat senang bisa berbagi. Jiwa sosial Mak Eri patut diteladani. Karakter filantropi Mak Eri sebaiknya menjadi contoh bagi generasi muda dan kalangan berada.

Lihat saja nenek penjual gorengan terus semangat menyisihkan rezekinya untuk dibagikan, masa kita yang berkecukupan masih mikir-mikir saat mau infak dan sodakoh? Padahal jelas-jelas Allah SWT menjanjikan barangsiapa orang yang memberikan sebagian rezekinya di jalan Allah maka akan digantikan dengan nominal yang lebih dari apa yang telah kita sodaqohkan.

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut[1]. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”[2]

Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559 (60/16).

Sumber hadist : https://rumaysho.com/828-sedekah-tidaklah-mengurangi-harta.html

Allah menepati janji Nya. Jangankan di akhirat, masih di dunia Mak Eri sudah mendapatkan keberkahan dari sodaqoh yang dilakukannya. Allah mengganti rezeki yang disisihkan Mak Eri dengan berlipat-lipat melalui tangan Bupati Purwakarta.

Sikap senang berbagi Mak Eri yang bersahaja mengundang perhatian Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Rumah gubuk Mak Eri dirobohkan dan dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Program Pembangunan Rutilahu. Ditambah apresiasi dari Bupati sendiri berupa modal usaha.

Jika bupati saja bilang Emak Eri keren karena semangat berbaginya, kita bakal lebih keren lagi kalau selagi muda sudah mulai menyisihkan rezeki untuk mereka yang berhak. (Ol)

Share this...
Share on Facebook2Tweet about this on Twitter